• Jelajahi

    Copyright © MITRA KPK
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adv

     


    TNI

    Pelayanan RS Metta Medika Lama Sibolga Dikeluhkan, Pasien Merasa Ditipu Soal Antrian Obat

    MITRA KPK
    Senin, 12 Januari 2026, Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T06:22:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini






    SIBOLGA – Pelayanan Rumah Sakit Metta Medika Lama yang berada di Kota Sibolga menuai keluhan serius dari pasien. Salah seorang pasien mengaku sangat kecewa dan merasa ditipu oleh sistem pelayanan farmasi rumah sakit tersebut, khususnya terkait ketidakteraturan antrian pengambilan obat.




    Kejadian tersebut dialami langsung oleh pasien pada Senin malam sekitar pukul 21.20 WIB. Pasien menyebutkan bahwa petugas farmasi atau bagian pengambilan obat tidak menjalankan sistem antrian sebagaimana mestinya, meskipun nomor antrian telah diberikan secara resmi.





    “Saya mendapatkan nomor antrian 77, namun yang sangat mengecewakan, nomor antrian 89 justru sudah selesai lebih dahulu. Ini jelas tidak masuk akal dan membuat saya merasa dipermainkan,” ungkap pasien dengan nada kesal.





    Menurutnya, apabila sistem nomor antrian benar-benar difungsikan dan dijalankan dengan adil, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi. Pasien menilai ada ketidakprofesionalan petugas farmasi yang berpotensi merugikan pasien lain.

    Yang lebih memprihatinkan, pasien tersebut mengaku berasal dari Barus, yang jaraknya cukup jauh dari Kota Sibolga. Kondisi ini membuat rasa kecewa semakin mendalam karena pasien sudah menempuh perjalanan jauh, namun justru mendapatkan pelayanan yang dinilai tidak manusiawi.

    “Saya datang dari jauh, capek, sakit, tapi masih saja diperlakukan seperti ini. Seolah-olah pasien bisa dipermainkan sesuka hati,” tambahnya.

    Pasien berharap manajemen RS Metta Medika Lama Sibolga segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya di bagian farmasi, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat. Ia juga meminta Dinas Kesehatan setempat untuk turun tangan dan melakukan pengawasan terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.

    Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi perhatian serius, mengingat pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan keadilan, transparansi, dan rasa kemanusiaan, bukan justru menambah penderitaan pasien.




    ( TIM/LIMBONG )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +