masukkan script iklan disini
TAPANULI TENGAH, SUMUT (PWN)
Suasana duka menyelimuti keluarga *Boy Simamora, 20*, warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pemuda tersebut ditemukan meninggal dunia di Sungai Sapa Matua pada Kamis, 25 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.
Penemuan jenazah tersebut langsung memicu tanda tanya besar. Pasalnya, beredar informasi bahwa korban meninggal akibat dimakan buaya. Namun keluarga dan *Forum Masyarakat Adil Untuk Semua - FORMAS* menolak kesimpulan sepihak itu.
*"USUT TUNTAS KEMATIAN BOY SIMAMORA - JANGAN ADA REKAYASA...!!
*#KEADILANUNTUKBOYSIMAMORA*, keluarga mendesak aparat penegak hukum bekerja profesional dan transparan.
Berdasarkan informasi dari keluarga, Boy terakhir terlihat sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal di aliran Sungai Saga Matua, sekitar area PT. NS.
"Kami diberitahu korban meninggal karena dimakan buaya. Tapi setelah kami lihat jenazahnya, ada luka/lubang di tubuhnya yang membuat kami curiga. Kami minta ini diusut," ujar salah satu anggota keluarga saat ditemui di kediamannya.
Keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dan rinci dari pihak berwenang terkait hasil visum maupun olah TKP.
Perwakilan FORMAS yang mendampingi keluarga menyatakan pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.
"Kami tidak menuduh siapa-siapa. Tapi kami minta polisi bekerja sesuai prosedur. Lakukan autopsi, olah TKP secara menyeluruh, dan sampaikan hasilnya ke publik. Jangan sampai ada rekayasa untuk menutupi kasus ini," tegas perwakilan FORMAS.
"Kami cuma minta keadilan. Kalau memang murni karena buaya, buktikan dengan data dan bukti ilmiah. Kalau ada unsur pidana, maka tangkap pelakunya," lanjutnya.
Dengan penuh haru, keluarga Boy Simamora berharap kasus ini menjadi perhatian serius Kapolres Tapanuli Tengah dan Polda Sumut.
"Anak kami sudah tidak ada. Kami ikhlas. Tapi kami tidak mau kematiannya sia-sia. Kami minta keadilan ditegakkan," ucap keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus ini.
Warga sekitar juga berharap agar pengamanan di sekitar Sungai Saga Matua ditingkatkan, mengingat potensi bahaya satwa liar maupun tindak kejahatan lainnya..(Biro Tapanuli /R.malau)









